Tampilkan postingan dengan label KUSTOMFEST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUSTOMFEST. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2018

KUSTOMFEST 2018 Ditutup Dengan Meriah, Dan Inilah Pemenang Lucky Draw 'Belo Negoro'

KUSTOMFEST 2018 Ditutup Dengan Meriah, Dan Inilah Pemenang Lucky Draw 'Belo Negoro'


Otonymous - Acara Indonesian Kustom Kulture Festival, KUSTOMFEST 2018: Color of Difference berakhir dengan sukses dan meriah tadi malam (7/10/2018). Menjelang pertengahan malam ribuan pengunjung masih memadati area indoor dan outdoor Jogja Expo Center.

KUSTOMFEST terbukti menjadi ruang berekspresi penggiat kustom kulture di Tanah Air baik dari karya kendaraan hingga parade artwork. Sebanyak 148 motor kustom dan 28 mobil yang dipersiapkan khusus para builder dipertontonkan untuk menyedot perhatian pengunjung.

Dari arena outdoor, panggung musik yang diisi dengan Shaggydog, Deadsquad, The Hydrant, Death Vomit dan The Sigit mampu menghibur pengunjung dimana menjadi tempat unjuk gigi para stuntrider serta skater dan freestyler BMX.


Dukungan para mitra seperti Honda, Kawasaki, Pegadaian, Royal Enfield, Eiger, Dinggo, Motul, FMC Speed Supply, dan lain-lain termasuk Kementrian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terbukti mampu menjembatani ruang para penggiat kustom kulture di Tanah Air dalam berkarya. Termasuk kehadiran pesawat RI-X yang didisplay bukti warna keberagaman serta dukungan pihak TNI AU khususnya dari pihak Lanud Adi Sucipto.

Di area indoor, motor “The 29” dari Kromworks berhasil menjadi Best Kustom Bike Show KUSTOMFEST 2018: Color of Difference. Motor ini mencuri perhatian para bintang tamu yang hadir sebagai juri termasuk Steve Caballero pada saat sesi kustom bike show.

Motor karya Andhika Pratama berbasis frame bermaterial stainless steel dengan bergaya neo-cafe racer ini memiliki detail yang menawan. Ini artinya, Kromworks berhasil mempertahankan predikat Best Kustom Bike Show berturut-turut dari tahun lalu di KUSTOMFEST.


Pengunjung yang hadir di hari kedua juga tampak antusias menunggu pengundian Lucky Draw motor “Belo Negoro” yang biasa dilakukan di penghujung gelaran KUSTOMFEST. Nama Imran Muslani akhirnya menjadi orang yang berbahagia pada saat nomor kupon yang dimilikinya keluar saat dilakukan pengundian.

Raut tidak percaya terlihat betul dari wajah Imran Muslani (33) mahasiswa Teknik Mesin semester akhir Akprind asal Meulaboh Aceh Barat, sesaat setelah naik ke panggung Kustomfest Minggu (7/10/2018) malam. Betapa tidak, satu tiket yang dibelinya saat tiba pukul 16.00 WIB menembus keberuntungan untuk membawa pulang Lucky Draw “Belo Negoro”.


Dewi Fortuna agaknya benar-benar memayungi Imran di tahun 2018 ini. Mei 2018 lalu, ia juga mendapat hadiah berangkat umroh ke Tanah Suci hasil doorprise sebuah event fun bike di Pakualaman Yogyakarta. Imran begitu bingung saat memenangkan motor karya Retro Classic Cycles ini.

“Tidak berharap banget karena tahu yang ikut beli tiket banyak sekali, niatnya ya cuma lihat-lihat saja karena memang suka otomotif. Ternyata beruntung lagi dapat motor sangat bagus ini,” ungkapnya.

Talkshow Honda Dream Ride Project: Hideki Hoshikawa Terkesan Builder Muda Indonesia

KUSTOMFEST bukan sekadar wadah para builder memamerkan karya, namun juga menyemangati dan banyak memberi ide pada builder muda Indonesia untuk konsisten berkarya. Kreativitas builder Indonesia ini tidak luput dari pengamatan Hideki Hoshikawa builder top Jepang dari Asterisk Custom Works.

“Banyak para builder yang bagus-bagus di Indonesia apalagi dengan adanya KUSTOMFEST. Tapi pesan saya untuk para builder muda ini hanya satu, ketika berkarya harus pakai hati,” kataya saat Talk Show di panggung KUSTOMFEST, Minggu (7/10) siang.


Pada saat Talk Show bersama Hoshikawa, diperkenalkan juga tiga motor modifikasi Honda CRF 150L yang digarap para peserta Honda Dream Ride Project (HDRP) 2018. HDRP 2018 merupakan program lanjutan untuk pemenang Honda Modif Contest 2017. Masing-masing ialah Rully Manarullah dengan Honda CRF150L Neo Scrambler, Ikbal Saputra dengan Scrambler Fighter dan Hasan Law dengan Flat Tracker.

Selama berproses, Rully Manarullah dibimbing oleh Honda Motorcycle Research and Development Center dari Jepang dan tim Product Development AHM. Ikbal Saputra oleh Hideki Hoshikawa dari Asterisk Custom Works, dan Hasan Law oleh Indra Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works. Hideki pun tak sungkan mengapresiasi karya ketiganya dengan penilaian maksimal. “Jujur ya, melihat karya ketiganya nilai saya paling maksimal, sepuluh,” ujarnya.

KUSTOMFEST INDONESIAN ATTACK  2018:  10 Builder Lokal Bakal “Serang” Yokohama

10 Builder lokal Indonesia bakal menyerbu Yokohama, Jepang, pada 2 Desember 2018 mendatang. Para builder yang diperkenalkan di KUSTOMFEST: Color Of Difference Minggu (7/10) malam kemarin akan mewakili Indonesia dalam Yokohama Hot Rod Custom Show dengan mengusung bendera Indonesian Attack 2018 yang mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Kuota ke ajang bergengsi kustom kulture terbesar tersebut bertambah jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya memberangkatkan delapan motor.  Lulut Wahyudi, Director KUSTOMFEST mengatakan karya builder Indonesia mendapat apresiasi dari builder Internasional. Hal ini membuat panitia menambah kuota builder asal Indonesia. Adapun beberapa di antaranya yang cukup menarik perhatian adalah builder dari Queen Lekha Choppers, AMS Garage, Psycho Engine, Geges Garage, dan Imagineering Customs.


“Tahun lalu builder internasional cukup tertarik dengan delapan karya yang kami bawa. Panitia Mooneyes di sana juga senang hingga memberikan ruang lebih dan minta kita untuk membawa kulture Indonesia lebih banyak melalui karya motor kustom," ujar Lulut.

Shige Suganuma dari Mooneyes Inc. secara simbolik memberikan tiket Yokohama Hot Road Show ke builder yang berangkat. Shige sendiri sangat kagum dengan motor garapan builder-builder Indonesia. Menurutnya builder Indonesia sangat jauh berkembang. “Modifikasi mereka sangat berkembang. Inilah menariknya builder Indonesia,” puji Shige.

Sampai jumpa di KUSTOMFEST tahun depan, tanggal 5-6 Oktober 2019 ya Nymouser!

Minggu, 07 Oktober 2018

KUSTOMFEST 2018: Dukungan Pemerintah Mengalir Untuk Dunia Kustom Kulture

KUSTOMFEST 2018: Dukungan Pemerintah Mengalir Untuk Dunia Kustom Kulture


Otonymous - KUSTOMFEST: Indonesian Kustom Kulture Festival kembali digelar ‪pada tanggal 6-7 Oktober 2018 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Tahun ini KUSTOMFEST mengangkat tema “Color of Difference" dan dibuka oleh seluruh petinggi TNI dan Kepolisian di DIY.

Beberapa undangan yang hadir antara lain Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni, Danlaud Adisutjipto Marsma TNI Tedi Rizaldihadi, Danlanal DIY Kolonel Laut Arya Delano dan Gubernur AAU Marsda TNI Ari Mulyo Handoko.

Selain petinggi dari jajaran TNI dan Polri setempat, dukungan untuk Kustomfest juga datang dari Kementrian Pariwsisata melalui program Wonderful Indonesia serta dari Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf.


Para petinggi instansi keamanan di DIY tersebut menyatakan kekagumannya saat memasuki arena KUSTOMFEST di JEC. Hal tersebut juga diutarakan Gubernur AAU, Marsda TNI Sri Mulyo Handoko saat memberikan sambutan pembukaan acara. “Saya seperti sedang masuk ke dunia lain saat turun dari ruang tunggu di lantai 2 menuju hall utama JEC. Kreasi anak-anak bangsa ternyata begitu luar biasa, saya sangat kaget bahwa karya-karya di sini sangat luar biasa, indah,” ungkapnya memulai sambutan.

Secara khusus, Gubernur AAU juga menyampaikan apresiasi atas pemilihan tema KUSTOMFEST "Color of Difference" yang mengangkat warna perbedaan. Menurutnya, di masa menuju tahun politik, masyarakat Indonesia perlu terus diingatkan untuk memahami perbedaan sebagai hal yang indah.

“Kita dalam situasi politik yang mulai berbeda di masa pemilu tahun depan, perbedaan kecil bisa menjadi sangat besar, kerap pandangan kita menjadi sempit yang akhirnya hanya berujung kita yang benar dan mereka salah. Warna perbedaan inilah yang harus kita angkat terus bahwa perbedaan itu indah,” sambung Sri Mulyo.


Sementara Iqbal Alamsyah, Perwakilan Kementrian Pariwisata RI turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kustomfest menghadirkan acara yang dinilai membangkitkan gairah pariwisata minat khusus di DIY. “Kegiatan ini sangat dinantikan insan kustom dan dampaknya cukup positif mendatangkan wisatawan lokal hingga mancanegara. ini luar biasa dan kami mendukung sekaligus menyampaikan selamat pada Kustomfest,” ungkapnya.

Sedangkan dukungan tak kalah penting diberikan oleh Bekraf di tahun kedua partisipasinya di Kustomfest. Bentuk sokongannya antara lain terhadap program Indonesia Attack yakni upaya para builder tampil di ajang bergengsi internasional Yokohama Hot Rod Custom Show 2018 pada Desember tahun ini di Jepang.” Kustomfest telah menjadi ruang untuk menggerakan ekonomi kreatif dengan segala konten yang dimilikinya. Komitmen kita tahun ini dengan membuka paviliun yang bisa digunakan oleh para kreatif untuk tampil dan juga terhadap Indonesia Attack,” sebut Dr. Ing Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf.

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi berharap agar kekuatan tema warna perbedaan mampu menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk berkreasi sekaligus memaknai lebih dalam perbedaan di negara ini. “Kita ingin ingatkan Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun atas dasar perbedaan dan kami ingin mengingatkan mulai dari anak-anak kustom. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan tapi hal indah dan disyukuri, Color of Difference,” ungkapnya.


Lulut juga mengatakan keputusan menghadirkan salah satu pesawat pertama buatan anak Indonesia RI-X WEL dilakukan bukan hanya untuk mendekatkan diri dengan TNI, namun lebih pada apresiasi karya kustom anak bangsa yang ternyata sudah dimulai sejak masa lampau. “Kita saat ini harus bisa lebih kreatif dalam segala kenyamanan yang ada. Pendahulu kita sudah membuktikan bisa membuat pesawat dan menerbangkannya dari Maos Pati ke Adi Sucipto. Ini diharapkan insan kreatif kita harus punya spirit untuk bisa lebih baik dalam berkarya,” pungkasnya.

Tahun ini sebanyak 148 motor kustom dengan berbagai model, yang seluruhnya adalah karya anak-anak bangsa Indonesia memenuhi ruangan JEC hingga Minggu (‪7/10/2018) besok serta kontes di kategori mobil diikuti 28 kendaraan.

Royal Enfield yang hadir di KUSTOMFEST 2018: 'Color of Difference' tidak sekedar memamerkan produk motor klasik dengan karakter yang kuat saja. Tahun ini bentuk dukungan mereka terhadap budaya kustom direpresentasikan lewat hasil kolaborasi dengan Thrive Motorcycle.


Motor kustom berbasis Royal Enfield Interceptor INT 650 yang dinamakan T-XX Interceptor diperlihatkan kepada pengunjung.  Motor yang merupakan karya ke-20 Thrive Motorcycle ini menggunakan DNA roadster dan mesin Interceptor 650 GT yang berpendingin udara. Lalu gaya retro yang dikombinasikan dengan gaya futuristik bisa dilihat pada bodi berbahan aluminium yang dibentuk dengan tangan kemudian ditambahkan teknologi  yang mampu menyeimbangkan motor dengan nyaman.

Kedatangan legenda skateboarder internasional Steve Caballero juga mendapat sambutan luar biasa dari penggemarnya. Ia juga dikenal sebagai penyuka mobil hotrod. Tak heran undangan hadir ke KUSTOMFEST akhirnya disanggup meski penyelenggara harus menunggu hingga dua tahun. Steve mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Yogyakarta seharusnya terjadi 17 tahun lalu. Kala itu, Steve sedang berlibur ke Thailand dan memiliki rencana ke Indonesia, namun ia terpaksa mengurungkannya karena harus kembali ke Amerika.

“Kala itu ada hal yang tak bisa ditinggalkan, saya harus kembali ke Amerika. Tapi, hari ini penantian tertunda 17 tahun saya terlaksana. Saya bisa datang ke Indonesia dan menyaksikan hasil karya luar biasa,” ungkapnya di sela sesi meet and greet. Caballero yang juga sedang giat dengan proyek Dragon Apparel ini menilai semua orang adalah artist yang bisa mencipta kreasi sesuai minat dan passion.


“Setiap dari kalian semuanya adalah artis dan percayalah pada dirimu. Jangan biarkan rasa takut membunuh kalian. Skateboard dan kustom punya kesamaan bahwa orang yang ada di dalamnya harus punya passion dan itulah yang saya lakukan sejak dulu, ingat bahwa jangan pernah takut menggapai mimpimu,” ungkapnya.

Dinggo Company yang menjadi salah satu pengisi booth juga meluncurkan lini produk terbaru mereka dengan menghadirkan beberapa builder seperti Christian Sosa dari Sosa Metalworks, Cherry’s Company (Jepang), Imagineering  Custom (Indonesia), Retro Syndicate (Indonesia), dan Skulsnation Jewelry (Indonesia).

Panggung musik di hari pertama Kustomfest 2018 di area indoor dan outdoor Sabtu (6/10) menghadirkan band-band yang berwarna. Beberapa diantaranya adalah The Beatflash, Jogja Blues Forum (JBF) yang berkolaborasi dengan UKM Musik Sicma, Tiger Paw The Sailor, JB Blues dan Kiki and The Klan, Apollo 10, Kasino Brothers, dan Feelgood menutup kemeriahan panggung indoor. Sedangkan panggung outdoor diisi oleh Rebellion Rose, Dead Squad dan dipuncaki Superband Yogya, Shaggydog.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Ikutan Lucky Draw Di KUSTOMFEST 2018 Bisa Dapat Motor Custom Berbasis Harley-Davidson Sportster Evolution Bergaya Pesawat Tempur Perang Dunia II

Ikutan Lucky Draw Di KUSTOMFEST 2018 Bisa Dapat Motor Custom Berbasis Harley-Davidson Sportster Evolution Bergaya Pesawat Tempur Perang Dunia II


Otonymous - Salah satu yang paling ditunggu dan menjadi ciri khas dari setiap gelaran acara KUSTOMFEST: Indonesian Kustom Kulture Festival adalah undian lucky draw yang akan diberikan untuk satu orang pengunjung pembeli tiket. Jika pada tahun lalu, Lulut Wahyudi Director Kustomfest merancang sebuah Trike kustom yang disematkan mesin Harley-Davidson Buell dengan DNA racing dari mobil Porsche, maka berbeda lagi tahun ini. Lulut bersama dengan tim Retro Classic Cycles kembali membuat wujud lucky draw sebuah motor kustom istimewa.  

Bicara soal tema KUSTOMFEST 2018: Color of Difference ini, Lulut mencoba menerjemahkan bahwa tema ini diharapkan menjadi sebuah refleksi dari kondisi bangsa saat ini yakni dengan banyaknya perbedaan diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan. ”Keberagaman adalah warna sekaligus potensi kita untuk lebih kuat bersatu demi bangsa seperti halnya para pahlawan pada jaman perjuangan dulu saat mereka bahu-membahu tanpa melihat perbedaan dalam mengusir penjajah. Melalui Color of Difference diharapkan menjadi pondasi kita sebagai penggiat kustom kulture ikut menghilangkan sekat-sekat yang berpotensi untuk memecah-belah persatuan demi kemajuan Indonesia,” ucap Lulut.


Kembali ke soal motor lucky draw KUSTOMFEST 2018, semangat dan inovasinya dalam berkarya terus membuat Lulut berpikir keras menuangkan ide yang diselaraskan dengan tema soal keberagaman di dunia kustom kulture. Ide ini muncul  dari hobinya yang ditekuni saat ini yakni di dunia aero untuk bisa membawa pesan moral para penerbang jaman dulu ke ranah budaya otomotif. Saat bertandang ke museum TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Lulut  terkesima dengan performa pesawat tempur pada Perang Dunia II yaitu Mustang P-51.

Ditambah lagi, 5 Oktober, sehari sebelum penyelenggaraan KUSTOMFEST 2018 berlangsung, selalu diperingati sebagai hari lahir Tentara Nasional Indonesia. Momentum inilah yang menjadi satu landasan kuat Lulut untuk mempersembahkan karya istimewa sebagai bentuk apresiasinya terhadap jiwa patriotik para pahlawankhususnya di dunia dirgantara dalam berjuang mempertahankan keutuhan NKRI.


Pilihannya jatuh pada Harley-Davidson Sportster Evolution sebagai basis utama termasuk tetap mempertahankan sasis bawaannya dalam merealisasikan project khusus ini. Dengan rekayasa engineering kuat serta didukung craftmanship mumpuni, motor lucky draw ini tampil stylish menonjolkan karakter tangguh. Fork depan stock Sportster yang dibuat rebah 6” adalah bagian yang menjadikannya tampil sedikit liar khas Retro Classic Cycles ditambah dengan desain setang curved-bar serta tangki model peanut.

Ingin tetap mempertahankan warisan ornamen vintage dari sosok pesawat era jaman dulu, salah satu artist mural di Yogyakarta, Helly K.K.K didatangkan untuk membuat artwork pada tangki motornya yang dinamai Belo Negoro. “Kami Dedikasikan Untuk Para Pahlawan Tentara Nasional Indonesia yang Telah Berjuang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia” itulah goresan Helly dimana tekstur tulisannya mengikuti gaya di jaman era perjuangan.


Menurut Lulut Wahyudi, filosofi dari nama Belo Negoro ini pada intinya ingin memperlihatkan bahwa untuk menghormati perjuangan para pahlawan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mengenalkan dunia dirgantara pada kalangan muda dan penggiat kustom kulture lainnya.      

“Setiap tahun KUSTOMFEST selalu menyiapkan sebuah lucky draw yang berbeda, tahun ini sesuai tema Color of Difference ingin mengangkat keberagaman dunia kustom kulture di Tanah Air dengan memasukan sejarah dunia penerbangan Indonesia ke dalam sebuah wujud motor kustom. Dunia aero di Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang berhubungan dengan kustom dimana salah satu contohnya yakni pesawat TNI AU RI-X WEL adalah hasil karya anak bangsa. Ini sebuah karya yang layak untuk kita diapresiasi dan menjadi pesan moral untuk kita sebagai penggiat kustom kulture harus bisa mewarisi sisi kreativitas para pendahulu dan turut melestarikan sikap patriotik mereka dalam berjuang demi kedaulatan bangsa Indonesia,” ungkap Lulut yang membutuhkan waktu selama 28 hari dalam mewujudkannya.


Satu hal yang  berbeda sekaligus menajamkan pengaruh milter adalah desain cover jok bermaterial kain kanvas dari ransel yang lazim dipakai tentara termasuk pola pattern-nya. Makin kental, warna yang dipilihnya yakni kelir asli Green Army Tri Colors pada moncong pesawat bergaya shark moon hasil karya painter Danny Hacka dari Solo.  

Untuk mendapatkan kesempatan memenangkan motor ini pengunjung tinggal membeli tiket masuk acara KUSTOMFEST 2018: Color of Difference seharga Rp 60.000/hari sebanyak-banyaknya lalu masukkan ke kotak undian yang telah disediakan pada tanggal 6-7 Oktober 2018 di JEC.
KUSTOMFEST 2018 Akan Hadirkan Pesawat Kustom Pertama Milik Anak Bangsa

KUSTOMFEST 2018 Akan Hadirkan Pesawat Kustom Pertama Milik Anak Bangsa


Otonymous - Memasuki bulan Oktober, pecinta kustom kulture di Indonesia kembali disuguhkan sebuah acara yang selalu menjadi barometer perkembangan kustom kulture di Indonesia. 7th Annual Indonesian Kustom Kulture Festival KUSTOMFEST 2018 - Color Of Difference,  akan kembali diadakan pada tanggal 6-7 Oktober 2018 di Jogja Expo Center. Sejak kelahirannya pada tahun 2012, KUSTOMFEST selalu konsisten untuk mengedukasi dan memberikan inspirasi positif bagi mereka yang menyukai kustom kulture baik sebagai builder atau sebagai penikmat dunia kustom.

Pada tahun ini KUSTOMFEST akan mengambil tema “Color of Difference” sebuah tema yang memiliki makna kuat mengenai warna yang ada di dunia kustom. “KUSTOMFEST mengangkat tema tersebut untuk mengingatkan bahwa dunia kustom ini memiliki banyak sekali aliran kustom. Setiap aliran tersebut memiliki ciri khas dan keistimewaannya masing-masing, inilah yang membuat dunia kustom menjadi bervariasi dan menjadi sangat indah.” ujar Lulut Wahyudi, Director Kustomfest.


Khusus untuk tahun ini, KUSTOMFEST 2018 - Color of Difference akan menghadirkan sebuah pesawat bersejarah milik TNI AU “RI-X WEL” yang merupakan sebuah pesawat pertama yang dibuat oleh anak bangsa. Selama ini pesawat tersebut disimpan di Ruang Kronologi, Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Pesawat ini dirancang dan dibuat hanya dalam waktu 5 bulan oleh Biro Rencana dan Konstruksi pada tahun 1948 di Pangkalan Udara Maospati (Sekarang Lanud Iswahjudi). Setelah melewati serangkaian uji terbang, WEL-1 RI-X melakukan penerbangan dari Maospati menuju Maguwo (sekarang Lanud Adisutjipto) untuk dipertunjukkan pada sebuah pameran penerbangan di Yogyakarta yang pada waktu itu dibuka langsung oleh Presiden Soekarno. Sebuah kebanggaan tersendiri pada waktu itu karena personil TNI AU sudah bisa membuat sebuah pesawat dan berhasil menerbangkannya di sebuah event penting yang dihadiri oleh Presiden RI.


Kesuksesan para pendahulu tersebut membawa sebuah pesan bagi para generasi muda saat ini teruntuk khusus bagi mereka yang bergelut dengan dunia kustom bahwa kita tidak boleh bersifat jumawa dan juga harus membuang sikap arogan pada saat di jalan. Selain itu, makna terkuat dari kisah yang diangkat oleh keberhasilan membuat sebuah pesawat tersebut dan menerbangkannya adalah jadilah generasi yang tetap memiliki spirit untuk tidak menyerah dengan dengan segala keterbatasan.

Sebagai bentuk peneladanan kepada pendahulu yang telah berhasil membuat pesawat tersebut, Lulut Wahyudi, Director KUSTOMFEST akan menyegarkan pesawat “RI-X WEL dengan merestorasi beberapa bagian pada pesawat. Beberapa waktu yang lalu pesawat tersebut telah dibongkar beberapa bagiannya untuk diperbaiki di bengkel Retro Classic Cycles seperti bagian Skin di bagian sayap dan fuselage dan juga memperbaiki sektor warna karena saat ini kondisi pesawat sudah termakan usia. 


Saat ini bagian mesin sudah diperbaiki dengan menggunakan satu mesin motor Harley Davidson WL berkubikasi 750cc buatan tahun 1925 sehingga akan menjadi pesawat kustom pertama di Indonesia. Pesawat ini tetap akan menggunakan rangka badan dari besi dan airfoil sayap dari kayu. Kulit pesawat 80% menggunakan kain blacu dengan bagian lainnya menggunakan materi aluminium terutama pada engine cowling. Setelah direstorasi oleh Retro Classic Cycles, pesawat “RI-X WEL” ini rencananya akan diboyong ke arena Kustomfest 2018.